Minggu, 24 April 2022

Warga Manfaatkan Udang Air Tawar dan Katak Untuk Pasok Kebutuhan Protein

Foto: Leyn Tunggal
Danibao – Sungai-sungai yang mengalir di sekitar Desa Danibao menjadi salah satu sumber pangan penting bagi masyarakat setempat. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sungai juga menyediakan berbagai sumber protein alami, seperti udang air tawar dan katak, yang hingga kini masih sering dikonsumsi oleh warga.
Masyarakat Desa Danibao telah lama memanfaatkan hasil sungai sebagai pelengkap kebutuhan pangan keluarga. Udang air tawar dan katak biasanya ditangkap secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti jaring kecil, tombak tradisional, perangkap, maupun dengan tangan secara langsung di lokasi-lokasi tertentu yang menjadi habitat kedua hewan tersebut.
Aktivitas berburu udang dan katak umumnya dilakukan pada siang maupun malam hari. Pada malam hari, warga biasanya menggunakan senter atau lampu penerangan untuk memudahkan pencarian di sepanjang aliran sungai, bebatuan, maupun area semak yang berada di sekitar perairan.
Salah seorang warga mengatakan bahwa hasil tangkapan tidak selalu dijual, melainkan lebih banyak digunakan untuk konsumsi keluarga sebagai sumber protein tambahan. Udang air tawar dan katak diolah menjadi berbagai jenis masakan yang telah dikenal masyarakat secara turun-temurun.
Kalau sedang musim bagus, hasil tangkapan cukup untuk kebutuhan keluarga. Kadang juga dibagikan kepada kerabat atau tetangga, ujarnya.
Selain mudah diperoleh, udang air tawar dan katak menjadi pilihan masyarakat karena tersedia secara alami di lingkungan sekitar. Keberadaan sungai yang masih relatif terjaga membantu menjaga populasi berbagai jenis biota air yang menjadi sumber pangan warga.
Masyarakat juga menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sungai agar sumber daya alam tersebut tetap tersedia bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, sebagian warga menghindari penggunaan cara-cara penangkapan yang dapat merusak habitat, seperti penggunaan bahan kimia atau alat yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar